Selasa, 23 April 2013

5 Faktor yang Membuat MU Raih Trofi ke-20

Tags



1. Perekrutan jitu Ferguson

Di awal musim 2012-13, MU memang tidak membeli banyak pemain. Ferguson memilih untuk menambah tiga pemain saja di dalam skuat pasukannya. Pelatih asal Skotlandia itu mendaratkan Robin van Persie, Shinji Kagawa dan Nick Powell.

Mu hanya perlu mengeluarkan 23 juta Pound (sekitar 341 miliar Rupiah) untuk mendaratkan van Persie dari Arsenal, 17 juta Pound (sekitar 251, 6 miliar Rupiah) guna merapatkan Kagawa ke Old Trafford dari Borussia Dortmund serta dua juta Pound (sekitar 29 miliar Rupiah) biaya yang dikeluarkan MU untuk membawa Powell dari klub Crewe Alexandra.

Meski demikian, pembelian itu berhasil sukses. Dua dari tiga bintang (van Persie dan Kagawa) yang ditransfer United musim ini sukses mencuri perhatian publik Old Trafford. Dalam waktu singkat keduanya menjadi pujaan baru di Manchester Merah.

2. Kombinasi pemain muda dan senior

Kemampuan Ferguson dalam meramu sebuah strategi untuk United tidak perlu dipertanyakan lagi. Di musim ini, Ferguson memadukan antara pemain senior seperti Ryan Giggs, Paul Scholes hingga Rio Ferdinand dengan juniornya, Kagawa, David de Gea, Tom Cleverley dan Alexander Buttner.

Kombinasi itu terbilang ampuh. Buktinya baru saja terjadi dinihari tadi ketika United menang atas Aston Villa, gol terakhir yang dicetak van Persie merupakan hasil umpan dari Giggs.

Di lini pertahanan, tiga bek senior MU, Nemanja Vidic, Patrice Evra dan Ferdinand menjadi penuntun bagi bek-bek muda seperti Jonny Evans, Phil Jones, Chris Smalling hingga Rafael.

Melihat dari hasil musim ini, Ferguson sukses besar dalam hal menyatukan semua pemainnya.

3. Memiliki empat penyerang yang haus gol

Dengan masuknya van Persie di awal musim, MU memiliki empat bomber yang haus gol. Selain pemain asal Belanda itu, MU juga memiliki Rooney, Danny Welbeck dan Javier Hernandez.

Kwartet penyerang MU itu sudah menggelontorkan -45 gol hingga pekan ke-34 di Liga Primer Inggri. Rinciannya, van Persie (24 gol), Rooney (12 gol), Hernandez (delapan gol) dan Welbeck (satu gol).

Statistik tesebut membuat Ferguson tidak menghawatirkan lini depannya. Dia mempunyai empat predator di kotak penalti yang siap diturunkan kapan saja.

4. Mendadak jadi Robin van Persie FC

Tak bisa dipungkiri kalau kesuksesan yang diraih MU musim ini berkat kedatangan van Persie yang diboyong dari musuh bebuyutan United, Arsenal.

Meski sempat dikritik karena mandul dalam sepuluh laga, van Persie bangkit saat menjalani pertandingan antara Stoke City melawan United. Dia mencetak satu gol di laga itu. Pemain berusia 29 tahun itu juga membantu MU dari kekalahan ketika bertandang ke markas West Ham. Dia juga mencetak satu gol ketika itu.

Hat-trick yang diciptakan sang pemain dini hari tadi mengukuhkannya sebagai pencetak gol terbayak di Liga Primer Inggris. Van Persie melewati jumlah gol yang diraih pemain Liverpool, Luis Suarez, 21 gol.

Dengan statistik itu, para hatters menjuluki MU sebagai Robin van Persie FC. Motifnya karena MU melaju jauh sendirian di puncak klasemen berkat gol-gol dari mantan kapten Arsenal itu.

Beberapa statistik menyebut kalau van Persie yang sudah tampil sebanyak 34 pertandingan sengan mencetak 24 gol bersama MU di liga mempunyai rasio 0,68 gol di setiap laga. Dari statistik itu, van Persie juga telah menyelamatkan 29 poin atau 24,96 persen dari total poin keseluruhan MU.

Itulah alasan kenapa hatters menyebut MU sebagai RvP FC di musim ini.

5. Periode berat dilalui dengan hebat

Masa krusial MU terjadi dari Bulan Januari hingga Maret 2013. Mereka harus menjalani 18 pertandingan Liga Primer Inggris. Meski demikian, para pemain Setan Merah sukses melewati masa-masa itu. Rooney dkk berhasil melewati 18 laga tanpa kekalahan. Rinciannya, 16 kali menang dan dua hasil imbang.

Hasil yang diraih MU berbeda dengan rival sekotanya, City. Tim besutan Roberto Mancini itu menelan empat kekalahan yang menyebabkan mereka gagal mempertahankan gelar Liga Primer Inggris. Saat ini, United unggul 16 poin dari The Citizen.