Selasa, 30 April 2013

Pelatih Sepakbola Indonesia Mesti Belajar Lagi Tentang Kepelatihan

Sebuah kritikan pedas dilontarkan
Slave Radovski. Mantan Pelatih
Persema Malang ini menyebut
bahwa kualitas pelatih Indonesia
harus ditingkatkan lagi apabila ingin
mutu sepakbola negeri ini
meningkat."Saya -sering melihat
bahwa porsi latihan yang diberikan
para pelatih tidak sesuai dengan
kebutuhan anak asuhnya. Mereka
sibuk membuat anak asuhnya
tampak kekar seperti Arnold
Schwarzenegger, -tapi tidak melatih
otot-otot yang diperlukan
pesepakbola,"cetus Slave, pada
Bola.net.
Menurut Slave, para pelatih Indonesia
harus banyak belajar lagi tentang
ilmu kepelatihan. Pasalnya, Indonesia
memiliki potensi besar di sepakbola
yang, menurut Slave, sayang jika
disia-siakan.
"Jangan hanya terpaku sertifikat
kepelatihan. Ini hanya secarik kertas,
yang bisa didapatkan dengan
'mudah'di sejumlah negara,"tegas
pelatih asal Macedonia ini.
Slave sendiri menyarankan agar para
pelatih Indonesia benar-benar belajar
ilmu kepelatihan dari pelatih luar
negeri. Pemegang Lisensi A
Kepelatihan dari UEFA ini menyebut
Belanda merupakan tempat yang
bagus bagi para pelatih untuk
menimba ilmu.
"Datangkan saja 10 orang pelatih
luar, dari Belanda misalnya. Buat
para pelatih kita belajar dari mereka.
Saya yakin bangsa ini akan bisa
mengolah potensi besar di sepakbola
menjadi prestasi,"tandas Slave.